Proyek penanganan longsoran samping jembatan yang baru di tahun 2024 oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi Lampung, diduga tidak sesuai spek dalam pengerjaannya, sehingga mengakibatkan proyek tersebut sudah ambruk saat ini.
Pembangunan penanganan longsoran sampingj embatan yang lokasinya di Pemangku Bedeng Pekon Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat

Nilai pagu 647.32300 dikerjakan oleh CV Delapan belas Guna mandiri dengan no kontarak 01/KTR/PML/RJ-LB/VIII/2024, pada akhirnya memancing kritik warga masyarakat setempat khususnya.
tokoh masyarakat Sukau yang tidak mau disebutkan namanya,
Mewakili warga masyarakat disana mengaku sangat kecewa dengan kondisi hasil pembangunan jembatan tersebut,pasalnya setelah menunggu sekian lama adanya sarana jembatan ditempat mereka ternyata hasilnya sangat jauh dari harapan.
“Bisa dilihat sendiri lah keadaan nya baru hitungan bulan di bangun, Sebagai masyarakat kami juga punya hak untuk mengawasi pembangunan yang dilakukan pemerintah baik itu dari dana APBD maupun dari APBN”ujarnya.
Kondisi ini sudah seharusnya menjadi perhatian Pemerintah, Lanjutnya, dan segera di tindak lanjuti oleh pihak terkait.
Menurutnya untuk apa di bangun penahan lonsoran kalau jembatan jika tidak memberikan manfaat tapi malah sebaliknya, akan membahayakan bagi siapapun yang mengunakan fasilitas tersebut karena kualitasnya yang sangat buruk.
” Biaya pembuatan jembatan itu bukan sedikit, tapi ironisnya kenapa kualitasnya seperti saat ini?! ” Ujarnya lagi.
Dari pantauan awak media di lokasi (23/04/2025), terlihat tanggul nya roboh dan Hal ini diduga karena buruknya kualitas pembangunan dalam penggunaan material saat pembangunan jembatan berlangsung.
(ozi)

















